Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali secara tegas meminta para lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) untuk menjadi pionir dalam pengembangan teknologi pertahanan masa depan. Fokus utama pengembangan ini diarahkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem nirawak (unmanned system), hingga keamanan siber untuk mengantisipasi dinamika peperangan modern yang kian kompleks.

Dalam kunjungannya di STTAL Surabaya pada Kamis (10/7/2026), Laksamana Ali menekankan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi, STTAL memegang peran krusial dalam mencetak inovator yang mampu menjawab kebutuhan strategis kemaritiman nasional. Menurutnya, penggunaan sistem nirawak telah terbukti memberikan efisiensi serta efektivitas tinggi di berbagai medan pertempuran dunia saat ini.

"Teknologi yang kita kembangkan difokuskan untuk kepentingan pertahanan dan peperangan. Tren global saat ini menunjukkan bahwa sistem tanpa awak telah menjadi standar operasional yang efektif. Inilah yang menjadi fokus utama pengembangan riset kita ke depan," jelasnya.

Selain kecerdasan buatan dan sistem nirawak, Kasal juga menyoroti pentingnya keahlian di bidang siber dan hidro-oseanografi. Penguasaan teknologi di sektor ini dipandang sangat vital bagi Indonesia yang memiliki wilayah kedaulatan perairan yang sangat luas, sehingga memerlukan teknologi survei serta pertahanan yang mumpuni untuk menjaga keamanan jalur laut nusantara.