Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menekankan bahwa musibah kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, bukan lagi sekadar isu pengelolaan sampah. Peristiwa ini telah bertransformasi menjadi krisis kesehatan publik yang menuntut tindakan responsif dari seluruh sistem kesehatan nasional.
Data menunjukkan ratusan warga terpaksa mengungsi akibat paparan asap, dengan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan. Menurut Yahya, fenomena ini membuktikan bahwa kemampuan memadamkan api saja tidak cukup; pemerintah harus memastikan sistem kesehatan tangguh dalam melindungi warga dari dampak paparan gas beracun dan partikel halus dalam jangka panjang.
Ia menyoroti kerentanan kelompok masyarakat seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas yang paling terpapar bahaya kesehatan dari kebakaran ini. Pendekatan pelayanan medis yang bersifat kuratif dinilai tidak lagi memadai, sehingga diperlukan pergeseran paradigma kebijakan yang lebih preventif dan integratif dalam menghadapi ancaman lingkungan.
Seiring dengan meningkatnya laju urbanisasi dan volume sampah, Yahya mendesak Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk segera merumuskan National Environmental Health Emergency Framework. Kerangka ini nantinya akan menjadi acuan nasional dalam merespons berbagai kedaruratan kesehatan yang dipicu oleh kerusakan lingkungan, mulai dari pencemaran udara hingga insiden kebakaran TPA yang berulang.