Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemendag) tengah memfinalisasi rancangan dekrit baru terkait tata kelola bisnis perminyakan. Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan iklim pasar yang lebih kompetitif dengan memberikan keleluasaan kepada pelaku usaha untuk menentukan harga jual bensin dan solar secara mandiri, menggantikan sistem pengaturan ketat yang berlaku sebelumnya.
Dalam keterangan resminya, pihak Departemen Manajemen Pasar Domestik menegaskan bahwa dokumen hukum ini menjadi prioritas utama pemerintah. Selain reformasi harga, beleid ini menekankan pada penyederhanaan sistem distribusi dengan memangkas lapisan perantara yang dianggap tidak efisien. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Wakil Perdana Menteri Pham Gia Tuc demi memperlancar sirkulasi produk minyak bumi di pasar domestik.
Proses penyusunan aturan ini dilakukan secara komprehensif melalui serangkaian konsultasi lintas kementerian guna memastikan efektivitas implementasi di lapangan. Pemerintah menargetkan rancangan ini dapat diserahkan kepada Komite Tetap Pemerintah untuk ditinjau lebih lanjut sepanjang Juli ini. Reformasi administratif ini diharapkan dapat menekan biaya operasional distribusi dan meningkatkan efisiensi pelaku bisnis.
Di sisi lain, Kemendag tetap berkomitmen memperketat pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha. Hingga semester pertama tahun ini, otoritas telah menindak 122 kasus pelanggaran terkait penetapan dan pencatatan harga dengan total sanksi administratif mencapai 1,3 miliar VND. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan transisi menuju mekanisme pasar berjalan dengan transparan dan akuntabel.