Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh secara resmi memaparkan alasan di balik sikap kehati-hatian mereka dalam mengakui domino sebagai cabang olahraga yang berada di bawah naungan organisasi. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika sosial, kearifan lokal, serta efektivitas pengelolaan anggaran pembinaan olahraga di daerah tersebut.

Wakil Ketua I KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, mengungkapkan bahwa salah satu hambatan utama adalah keberatan dari para ulama serta tokoh masyarakat setempat. Meskipun secara kelembagaan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) belum mengeluarkan larangan resmi, persepsi publik yang masih mengaitkan domino dengan praktik perjudian dinilai sangat kuat. Kondisi ini diperparah dengan adanya aturan di sejumlah gampong yang membatasi permainan tersebut demi menjaga ketertiban sosial.

Selain faktor sosiologis, aspek teknis anggaran menjadi pertimbangan krusial bagi KONI Aceh. Saat ini, KONI Aceh mengelola pembinaan untuk 68 cabang olahraga dengan sumber dana hibah yang terbatas. Penambahan anggota baru dikhawatirkan akan memecah alokasi pendanaan, sehingga potensi prestasi pada cabang-cabang olahraga yang sudah berjalan dapat terganggu.

Lebih lanjut, Rayuan menjelaskan bahwa hingga saat ini domino belum dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal tersebut menjadi tolok ukur utama karena mandat utama KONI adalah mengembangkan olahraga prestasi. Mengingat Aceh memiliki kekhususan daerah, kebijakan ini diputuskan demi menjaga kondusivitas wilayah sembari menunggu perkembangan lebih lanjut di tingkat nasional.

Meskipun demikian, KONI Aceh menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak bersifat kaku. Pihaknya membuka ruang evaluasi di masa depan, terutama jika domino nantinya telah ditetapkan sebagai cabang resmi di ajang PON dan terbukti mampu mendulang prestasi bagi daerah. Saat ini, Aceh tercatat sebagai satu-satunya provinsi yang belum mengakui organisasi domino, berbeda dengan kebijakan di tingkat KONI Pusat yang telah menerima organisasi tersebut sebagai anggota.