Tantangan kesehatan mental yang dihadapi Generasi Z di era digital menjadi sorotan utama dalam kegiatan Inspiring Talk for Intellectuals (INSTALL) yang diselenggarakan oleh komunitas Mahasiswa Cinta Qur’an (MCQ). Dalam diskusi daring yang berlangsung pada Jumat (10/6) tersebut, Cahaya Mukhlisa Azdarany, mahasiswa pascasarjana Fisika Universitas Hasanuddin, hadir sebagai pembicara untuk mengulas fenomena psikologis yang tengah melanda generasi muda saat ini.
Dalam paparannya, Cahaya menekankan bahwa paparan informasi yang tanpa henti di media sosial menciptakan tekanan psikologis berupa fenomena perbandingan sosial. Kondisi ini membuat banyak individu merasa tertinggal, yang pada akhirnya memicu kecemasan, kelelahan emosional, hingga krisis kepercayaan diri akan masa depan. Ia menyoroti minimnya ruang bagi generasi muda untuk beristirahat dari arus informasi yang terus mengalir deras.
Lebih lanjut, Cahaya mengajak para peserta untuk bersikap reflektif terhadap kondisi mental masing-masing. Ia mencatat adanya fenomena di mana banyak orang cenderung menutup rapat tekanan batin mereka dengan menampilkan citra sempurna di hadapan publik. Menurutnya, hal tersebut merupakan tantangan nyata yang membutuhkan kesadaran diri lebih mendalam.
Dari perspektif ideologis, Cahaya menilai bahwa tekanan sistemik yang bersumber dari paham kapitalisme dan sekularisme turut berkontribusi terhadap beban mental generasi muda. Ia menawarkan pandangan bahwa solusi atas krisis kesehatan mental tidak cukup hanya dengan pendekatan individual, melainkan melalui perbaikan sistem kehidupan secara holistik yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Sebagai penutup, Cahaya memberikan motivasi bagi para peserta agar mampu mengoptimalkan potensi dan ilmu pengetahuan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Ia berharap Gen Z dapat bertransformasi menjadi agen perubahan yang tidak hanya berfokus pada ambisi pribadi, melainkan aktif berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat luas.