Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil inisiatif untuk menjembatani kesenjangan informasi kesehatan di masyarakat pedesaan. Melalui kegiatan edukasi yang kreatif, mereka berupaya memperkenalkan beragam bentuk sediaan obat modern yang kini mulai banyak digunakan dalam dunia medis namun belum sepenuhnya dipahami masyarakat awam.
Selama ini, sebagian besar masyarakat di pedesaan masih terpaku pada pemahaman bahwa obat hanya tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup. Ketidaktahuan akan adanya teknologi farmasi terbaru seperti sediaan transdermal, inhalasi, hingga implan seringkali memicu keraguan pasien dalam menerima metode pengobatan yang lebih efektif dan nyaman.
Dalam sesi edukasi yang menggunakan alat peraga papan obat, mahasiswa menjelaskan bahwa setiap inovasi sediaan obat dirancang khusus untuk menyesuaikan kondisi pasien dan target terapi. Safirah Anggraini Shevputri, selaku perwakilan mahasiswa, menegaskan pentingnya literasi ini agar masyarakat tidak salah kaprah dalam memandang prosedur pengobatan yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.
Peserta sosialisasi diperkenalkan secara mendalam pada mekanisme obat transdermal yang diaplikasikan melalui plester di kulit untuk efek yang lebih stabil. Selain itu, diperkenalkan pula sediaan inhalasi yang bekerja cepat langsung ke saluran pernapasan, serta metode implan yang memberikan kenyamanan karena pelepasan zat aktifnya berlangsung secara bertahap dan jangka panjang.
Respon positif terlihat dari antusiasme warga yang aktif berdiskusi mengenai pengalaman mereka menggunakan obat-obatan. Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat lebih kritis dan rasional dalam menggunakan obat, sehingga efektivitas terapi dapat tercapai secara maksimal sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.