Upaya pencarian terhadap dua remaja asal Dusun Krinjing, Desa Krinjing, Kabupaten Wonosobo, yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Bismo hingga kini belum membuahkan hasil. Ratusan personel dari tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai organisasi relawan terus dikerahkan untuk menyisir seluruh area gunung.

Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam operasi ini adalah minimnya petunjuk di lapangan. Hingga Kamis (9/7/2026) malam, tim belum menemukan barang bukti maupun tanda keberadaan Arifin Nurohmat dan Yufaidin. Meski kondisi vegetasi hutan dianggap tidak terlalu menghambat, ketiadaan jejak fisik menyulitkan tim untuk menentukan titik fokus pencarian.

Kedua remaja tersebut diketahui meninggalkan rumah sejak Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, mereka hanya berpamitan untuk bermain tanpa menyebutkan destinasi spesifik. Berdasarkan informasi warga, keduanya sempat terlihat di sekitar Jembatan Kali Plolok sebelum akhirnya diduga bergerak menuju kawasan hutan di jalur Sidongkal yang berbatasan langsung dengan lereng Gunung Bismo.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa saat pergi, kedua korban membawa tas hitam berisi perbekalan makanan ringan serta sebilah parang. Setelah upaya pencarian mandiri oleh warga setempat tidak memberikan titik terang, operasi kini diambil alih oleh tim SAR gabungan dengan strategi penyisiran yang lebih komprehensif. Operasi pencarian direncanakan akan terus berlanjut secara intensif hingga Sabtu mendatang.