Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam melakukan transformasi proses rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Langkah strategis ini dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi kedokteran terkini guna meningkatkan akurasi penilaian kesehatan calon taruna, sehingga standar kualitas personel yang dihasilkan dapat terjaga dengan optimal.
Penggunaan perangkat medis modern memungkinkan deteksi kondisi kesehatan secara komprehensif yang sebelumnya sulit diidentifikasi melalui metode konvensional. Selain aspek fisik, evaluasi juga mencakup kesehatan mental secara mendalam. Gatot menekankan bahwa setiap data yang diperoleh melalui sistem pemantau kesehatan real-time akan menjadi tolok ukur krusial dalam penilaian objektif setiap peserta.
Selain inovasi di bidang medis, Polri juga memperkuat sistem digitalisasi di seluruh tahapan seleksi. Langkah ini bertujuan untuk menjamin transparansi proses yang dapat dipantau secara daring oleh pihak terkait, sekaligus meminimalisir celah kecurangan. Transformasi digital ini merupakan manifestasi dari komitmen reformasi birokrasi Polri dalam meningkatkan integritas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.
Lebih lanjut, Wakapolri menekankan bahwa keberhasilan proses rekrutmen ini juga membutuhkan sinergi dari pihak keluarga. Peran aktif orang tua dalam memberikan dukungan moral sangat diharapkan untuk menciptakan ekosistem seleksi yang sehat. Melalui pendekatan berbasis teknologi dan pengawasan ketat, Polri berupaya mengembalikan kepercayaan publik sekaligus mencetak generasi polisi yang unggul secara akademis, fisik, maupun mental.