Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, menyambut positif langkah modernisasi fasilitas kesehatan yang tengah digencarkan pemerintah pusat. Berdasarkan data per 18 Juni 2026, distribusi hampir 1.000 unit alat kesehatan canggih—termasuk puluhan Cathlab, CT Scan, Mammografi, hingga MRI—telah menyasar rumah sakit umum daerah (RSUD) di 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia.
Ranny menilai bahwa distribusi teknologi medis ini merupakan tonggak sejarah dalam memangkas ketimpangan layanan kesehatan. Menurutnya, keberadaan fasilitas canggih di daerah akan meminimalisir ketergantungan pasien, khususnya penderita penyakit jantung dan stroke, untuk melakukan rujukan jarak jauh ke pusat-pusat kesehatan di Jakarta.
Meski mengapresiasi ketersediaan sarana, Ranny menekankan bahwa aspek pembiayaan menjadi tantangan krusial yang harus diselesaikan. Ia mendesak agar seluruh layanan yang memanfaatkan alat kesehatan modern tersebut dapat terintegrasi sepenuhnya dengan skema BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat dapat mengakses pengobatan tanpa dibayangi beban biaya yang memberatkan.
Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di daerah. Ranny memperingatkan agar pemerintah pusat dan daerah tidak hanya fokus pada pengadaan alat, melainkan juga harus memastikan ketersediaan dokter spesialis, radiografer, serta teknisi terlatih melalui program pelatihan dan pemberian insentif yang memadai.
Sebagai wakil rakyat, Ranny berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program ini di daerah pemilihannya, yakni Jawa Barat VI yang meliputi Bekasi dan Depok. Ia menekankan perlunya sistem pemeliharaan jangka panjang agar investasi besar negara ini tetap produktif dan tidak berakhir mangkrak akibat kurangnya perawatan teknis.