PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memasang target ambisius untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya pada tahun 2026. Emiten di sektor manufaktur alat kesehatan diagnostik ini optimistis dapat mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih dalam kisaran dua digit, menyusul performa positif yang dibukukan pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, mengungkapkan bahwa strategi utama perusahaan akan difokuskan pada pengayaan portofolio melalui peluncuran produk-produk diagnostik baru yang belum tersedia di pasar domestik. Inisiatif ini direncanakan bergulir mulai semester kedua 2026 guna memperkuat kontribusi perusahaan dalam sistem kesehatan nasional.
Selain inovasi produk, PRDL tengah mengevaluasi perluasan jangkauan pasar. Saat ini, perseroan telah didukung oleh 70 distributor yang melayani 370 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Namun, pihak manajemen melihat masih ada potensi besar di sekitar 200 wilayah lainnya yang belum terjangkau, yang akan menjadi target ekspansi jaringan distribusi perseroan dalam waktu dekat.
Seiring dengan ketergantungan pasar pada sektor pemerintah—yang menyumbang lebih dari 60% basis pelanggan—PRDL memanfaatkan momentum peningkatan anggaran kesehatan nasional dan program skrining massal pemerintah. Perseroan juga memastikan kesiapan operasional menghadapi dinamika ekonomi, termasuk mitigasi fluktuasi nilai tukar melalui manajemen persediaan bahan baku yang strategis.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi Initial Public Offering (IPO) akan menjadi katalis utama dalam rencana ini. Sebanyak 62% dari total dana akan dialokasikan untuk penguatan struktur modal melalui pelunasan pinjaman produktif, sementara sisanya dialokasikan untuk belanja modal berupa mesin produksi serta modal kerja guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan di masa depan.