Pemerintah Vietnam resmi memberlakukan Keputusan Nomor 273 yang mengatur tata kelola operasional bisnis bebas bea secara lebih komprehensif. Regulasi ini menetapkan standar ketat bagi pelaku usaha dalam mengelola barang, mulai dari tahap impor, penyimpanan, hingga proses transaksi kepada konsumen akhir di bawah pengawasan ketat otoritas bea cukai.

Salah satu poin krusial dalam aturan ini adalah kewajiban pelabelan khusus bagi komoditas tertentu seperti tembakau, cerutu, anggur, dan bir. Setiap produk tersebut wajib menyematkan stempel "VIET NAM DUTY NOT PAID" yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan. Pelabelan ini harus dipenuhi sebelum barang dipajang di etalase toko maupun saat dikirim langsung dari gudang penyimpanan kepada pembeli.

Terkait manajemen barang yang tidak layak jual, seperti produk rusak, kedaluwarsa, atau cacat produksi, pelaku usaha diwajibkan mengikuti prosedur pemusnahan yang ketat. Perusahaan harus mengajukan rencana pemusnahan tertulis kepada kantor bea cukai setempat untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai standar regulasi dan diawasi langsung oleh otoritas terkait.

Selain itu, pemerintah juga mengatur penggunaan barang sampel seperti parfum atau kosmetik tester serta kemasan impor agar dikelola secara terpisah untuk menjaga akuntabilitas. Keputusan ini juga melakukan pembaruan pada syarat pembeli yang berhak melakukan transaksi bebas bea serta memperluas opsi mata uang pembayaran, termasuk penggunaan Dong Vietnam, USD, EUR, serta mata uang negara mitra yang memiliki koneksi penerbangan langsung dengan Vietnam.