Pemerintah Kabupaten Bogor tengah mematangkan rencana strategis pembangunan moda transportasi kereta gantung yang menghubungkan kawasan Summarecon di Kecamatan Sukaraja hingga Rest Area Gunung Mas di jalur wisata Puncak. Proyek ambisius ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi permasalahan klasik di kawasan wisata tersebut.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pembangunan ini dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mengingat besarnya nilai investasi yang mencapai angka triliunan rupiah, pemerintah daerah memilih untuk membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap studi kelayakan guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan operasionalnya.

Dalam skema yang disusun, Pemerintah Kabupaten Bogor akan menyediakan fasilitas 'park and ride' di kawasan Summarecon sebagai titik awal atau shelter bawah. Dari sana, wisatawan akan beralih menggunakan kereta gantung menuju titik akhir di kawasan Rest Area Gunung Mas. Langkah ini diharapkan mampu mengalihkan beban volume kendaraan dari jalan raya ke sistem transportasi udara yang lebih terintegrasi.

Selain kereta gantung, pemerintah daerah sebenarnya telah mengkaji sejumlah opsi transportasi publik lain seperti KRL. Namun, Rudy menekankan pentingnya bersikap realistis terkait kapasitas pendanaan. Fokus utama saat ini adalah memastikan konsep pembangunan tetap objektif dan mampu memberikan dampak positif bagi konektivitas wisata di wilayah Kabupaten Bogor tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.