Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi mendorong peran aktif Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan di bidang sistem pencernaan dan hati di wilayah tersebut. Harapan ini disampaikan dalam pembukaan kegiatan PGI Outreach 3 yang diselenggarakan di Kota Gorontalo, akhir pekan lalu.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Provinsi Gorontalo, Masran Rauf, mengungkapkan bahwa saat ini sektor kesehatan di Gorontalo masih menghadapi tantangan serius terkait pemenuhan layanan gastroenterologi dan hepatologi. Meskipun kebutuhan masyarakat terhadap prosedur medis seperti endoskopi terus meningkat, ketersediaan tenaga ahli yang mumpuni masih sangat terbatas.
"Kami sangat mengharapkan dukungan strategis dari PB PGI, mulai dari pembinaan rumah sakit, pendampingan teknis pelayanan endoskopi, hingga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan lokal," ujar Masran saat membacakan sambutan Gubernur Gorontalo. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terciptanya kemandirian layanan medis bagi warga lokal tanpa harus bergantung pada rujukan ke luar daerah.
Masran menyoroti fakta bahwa meskipun peralatan endoskopi telah tersedia di RSUD Dunda Limboto, optimalisasi layanan tersebut masih terhambat karena absennya dokter spesialis Gastroenterohepatologi yang bertugas secara permanen. Kondisi ini memaksa pasien untuk menempuh perjalanan jauh guna mendapatkan penanganan komprehensif.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral antara pemerintah, instansi rumah sakit, institusi pendidikan, dan organisasi profesi. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pemenuhan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga standar pelayanan kesehatan di Gorontalo dapat setara dengan daerah lainnya.