Kawasan wisata religi Gunung Kawi kini menerapkan aturan yang jauh lebih ketat terkait akses bagi para konten kreator. Kebijakan ini disinyalir muncul sebagai dampak dari viralnya sejumlah konten di media sosial yang mengulas sisi mistis dan mitos di kawasan tersebut, termasuk video yang sempat diunggah oleh sosok Pesulap Merah.
Hingga saat ini, pihak pengelola kawasan belum memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan prosedur tersebut. Namun, banyak pihak menduga bahwa pengetatan ini merupakan langkah proteksi pengelola terhadap ruang lingkup keraton Gunung Kawi yang dianggap terlalu sering menjadi objek eksploitasi konten yang dinilai sensitif.
Kabar mengenai sulitnya mendapatkan izin peliputan mulai mencuat di kalangan pegiat media sosial. Sejumlah konten kreator melaporkan bahwa meski telah memenuhi berbagai persyaratan administrasi, mereka tetap mengalami kesulitan mendapatkan izin akses masuk ke lokasi-lokasi tertentu di area Gunung Kawi.
Bahkan, terdapat informasi bahwa izin administratif dari kepolisian maupun instansi pariwisata setempat belum menjamin para kreator dapat meliput di kawasan tersebut. Pihak pengelola dikabarkan menerapkan prosedur verifikasi yang jauh lebih mendalam, yang diduga menjadi respons atas kekecewaan warga serta pengelola terhadap konten-konten sebelumnya yang dinilai kurang menghormati adat istiadat setempat.