Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Ditjen Kuathan Kemhan RI) melalui Direktorat Kesehatan melaksanakan program bakti sosial dan bantuan medis bagi masyarakat di Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Rencana Strategis Kemhan 2025–2029 yang memprioritaskan kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Dipimpin langsung oleh Direktur Kesehatan Ditjen Kuathan Kemhan RI, Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD., Sp.KP., M.M., FINASIM, kegiatan ini terlaksana berkat sinergi lintas instansi yang melibatkan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, serta aparat TNI setempat. Langkah kolaboratif ini bertujuan memperkuat akses layanan dasar bagi warga yang bermukim di daerah terpencil.
Dalam rangkaian acara tersebut, tim medis memberikan layanan pengobatan umum, farmasi, serta pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik. Pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat dilakukan sebagai implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memastikan masyarakat mendapatkan tindak lanjut medis serta edukasi kesehatan yang memadai.
Selain memberikan layanan kesehatan, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan pemenuhan gizi tambahan bagi penduduk di Desa Napan, Desa Tes, dan Desa Sainoni. Inisiatif ini dipandang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan derajat kesejahteraan sosial sekaligus memperkokoh ketahanan masyarakat yang menjadi komponen penting dalam sistem pertahanan negara secara utuh.
Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan yang telah mendukung kesuksesan agenda tersebut. Kehadiran program ini diharapkan menjadi stimulus bagi kemandirian kesehatan warga perbatasan dan cerminan kepedulian pemerintah pusat terhadap stabilitas sosial di beranda terdepan Indonesia.