Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus mengintensifkan komunikasi sosial dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan. Langkah strategis terbaru dilakukan melalui pertemuan koordinasi dengan pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang, Desa Tambi, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu (5/7).

Fokus utama dalam sinergi ini mencakup peningkatan standar keselamatan pendaki, pemeliharaan kebersihan jalur, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang. Selain aspek operasional, kedua belah pihak menegaskan komitmen bersama dalam memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui edukasi berkelanjutan bagi para wisatawan.

Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Rafif, menekankan bahwa kolaborasi lapangan ini krusial mengingat pengelola basecamp merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pengunjung. Menurutnya, komunikasi yang intensif menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi kendala di jalur pendakian sejak dini, sehingga fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem tetap terjaga di tengah meningkatnya tren wisata alam.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan pengelola Basecamp Sigedang, Mualimin, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi regulasi yang ditetapkan Perhutani. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengedukasi para pendaki agar tertib aturan, menjaga sanitasi kawasan, serta menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan atau memicu bahaya kebakaran.

Melalui kemitraan yang semakin erat ini, Perhutani optimistis bahwa tata kelola wisata pendakian Gunung Sindoro ke depan akan lebih aman dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan potensi ekonomi bagi masyarakat lokal dengan pelestarian fungsi ekologis hutan secara jangka panjang.