Provinsi Quang Ngai, Vietnam, kini mencuri perhatian investor Singapura yang berencana memperluas cakupan bisnis mereka. Fokus investasi tidak lagi terbatas pada sektor industri tradisional, namun mulai merambah ke sektor agrikultur melalui pengembangan bahan baku pertanian terstandarisasi untuk kebutuhan pasar ekspor global.

Wesley Chua, Bendahara Kehormatan dan Pelaksana Tugas Wakil Presiden Kamar Dagang Singapura di Vietnam (SingCham), mengungkapkan bahwa Quang Ngai memiliki daya tarik kuat berkat stabilitas iklim investasi, ketersediaan lahan, dan infrastruktur logistik yang mumpuni. Menurutnya, pengembangan rantai pasok tertutup mulai dari pengolahan hingga ekspor menjadi strategi kunci bagi perusahaan Singapura untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

Sebagai langkah nyata, SingCham Vietnam berkomitmen untuk segera meninjau lokasi secara langsung dan meresmikan nota kerja sama dengan otoritas setempat. Saat ini, Quang Ngai telah membuktikan diri sebagai destinasi strategis bagi Singapura, dengan catatan investasi asing langsung mencapai lebih dari 733 juta USD, termasuk keberhasilan Kawasan Industri VSIP yang menjadi tulang punggung ekonomi kawasan.

Pemerintah Provinsi Quang Ngai menyambut antusias ketertarikan ini. Wakil Direktur Pusat Promosi Investasi, Le Van Tai, memaparkan bahwa wilayahnya memiliki keunggulan geografis berupa pelabuhan air dalam berkapasitas 200.000 DWT serta proyeksi pertumbuhan PDB yang impresif. Sektor prioritas yang ditawarkan meliputi pertanian berteknologi tinggi di wilayah barat, pengolahan tanaman obat, hingga pengembangan logistik dan pariwisata.

Untuk memperkuat kemitraan strategis ini, pihak provinsi telah mengundang delegasi Singapura untuk menghadiri Konferensi Promosi Investasi dan Pariwisata yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum emas bagi kedua pihak untuk mengintegrasikan potensi sumber daya alam Quang Ngai dengan keahlian teknologi dan akses pasar yang dimiliki oleh para pebisnis Singapura.