Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara khusus memanggil jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk merumuskan langkah strategis dalam menjadikan Batam sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut menegaskan ambisi pemerintah untuk mentransformasi Batam menjadi gerbang maritim serta pusat investasi global yang kompetitif.

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi industri, deregulasi, serta efisiensi logistik yang menjadi fondasi utama dalam menarik minat investor asing. Modernisasi infrastruktur, terutama rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam, menjadi agenda prioritas guna mengintegrasikan kawasan industri dengan jaringan pelayaran dunia serta pusat data berteknologi tinggi.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa penguatan regulasi melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 telah memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi para pelaku usaha. Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa digitalisasi sistem manajemen lahan kini diperkuat untuk meningkatkan transparansi serta mempermudah layanan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan tersebut.

Dari sisi capaian ekonomi, Deputi Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, memaparkan data positif dengan realisasi investasi pada Triwulan I 2026 yang menembus angka Rp17,48 triliun. Pertumbuhan signifikan sebesar 102,85 persen dibandingkan periode tahun lalu ini menunjukkan bahwa Batam semakin menarik di mata investor, khususnya untuk sektor bernilai tambah tinggi seperti manufaktur elektronik dan energi.

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo berkomitmen untuk memimpin koordinasi lintas kementerian guna menuntaskan tantangan regulasi dan percepatan infrastruktur di Batam. Hal ini diharapkan mampu menjadikan Batam sebagai 'pilot project' bagi reformasi investasi nasional yang efisien, transparan, dan mampu memperkuat rantai pasok global Indonesia.