Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Nanik menggantikan posisi Dadan Hindayana untuk memimpin lembaga strategis yang bertanggung jawab atas keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penunjukan ini dipandang sebagai langkah krusial untuk memastikan kesinambungan program prioritas pemerintah. Sebelum dipercaya menahkodai BGN, Nanik telah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, sebuah posisi yang memberinya pemahaman mendalam mengenai tantangan operasional, mulai dari distribusi logistik hingga pengawasan kualitas nutrisi di tingkat akar rumput.
Latar belakang pendidikan Nanik dinilai menjadi nilai tambah dalam menjalankan tugasnya. Sebagai lulusan Sarjana Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman dan Magister Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada, ia diharapkan mampu menerapkan pendekatan berbasis sains dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta menekan angka stunting nasional.
Rekam jejak profesional Nanik mencakup berbagai lini, mulai dari dunia jurnalistik hingga sektor korporasi dan pemerintahan. Sebelum masuk ke lingkaran eksekutif, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) dan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Karier politiknya mulai menonjol saat aktif sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.
Terkait akuntabilitas, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencatat kekayaan Nanik mencapai Rp6,3 miliar, yang didominasi oleh aset tanah dan bangunan. Tanpa beban utang yang tercatat, transparansi kekayaan ini menjadi sorotan publik mengingat BGN mengelola anggaran negara dengan skala yang sangat besar. Kini, tantangan utama Nanik adalah membuktikan integritas kepemimpinannya dalam menjaga efektivitas dan tata kelola dana publik demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.