PT Pegadaian (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan bergengsi "Top Company in Bullion Bank Industry 2026". Apresiasi bernilai tinggi ini diterima langsung oleh Direktur TI & Digital Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan oleh Indonesia Data bersama Bloomberg Technoz di The Westin Jakarta beberapa waktu lalu.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan nyata atas konsistensi dan kepemimpinan korporasi dalam mempelopori ekosistem Bank Emas (bullion bank) pertama di Tanah Air. Melalui langkah transformatif ini, Pegadaian sukses mengintegrasikan layanan keuangan tradisional dengan ekosistem berbasis emas yang modern, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Direktur TI & Digital Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas apresiasi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah manis dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi produk serta memperluas inklusi keuangan nasional. Ia menambahkan bahwa bersinergi dengan Danantara, seluruh insan Pegadaian berkomitmen penuh untuk memberikan kontribusi terbaik demi mewujudkan visi "MengEMASkan Indonesia".
Langkah taktis Pegadaian dalam menapaki bisnis bullion tercatat sangat progresif. Setelah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Desember 2024, layanan inovatif ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 26 Februari 2025. Sebagai pionir, Pegadaian memiliki mandat penuh untuk menjalankan berbagai transaksi berbasis emas produktif, mulai dari deposito emas, pinjaman modal kerja, perdagangan emas, hingga jasa titipan emas koperasi.
Dominasi Pegadaian dalam memimpin sektor ini ditopang kuat oleh fondasi bisnis yang matang, termasuk keahlian penaksiran emas yang telah teruji selama lebih dari 125 tahun. Selain reputasi tepercaya, kesiapan fisik berupa infrastruktur penyimpanan emas (vault) berstandar internasional dan dukungan platform digital lewat aplikasi "Trig! by Pegadaian" kian memudahkan nasabah bertransaksi secara fleksibel di mana saja.
Kinerja impresif ini tecermin dari volume kelolaan emas perusahaan yang fantastis, yakni menembus angka 153,72 ton per Mei 2026. Melalui kolaborasi erat bersama Danantara, Pegadaian optimistis dapat terus mengedukasi publik agar memandang emas bukan lagi sekadar instrumen investasi pasif yang disimpan di lemari besi, melainkan sebagai aset keuangan produktif yang mampu memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.