Bursa saham di kawasan Asia diperkirakan akan dibuka menguat seiring dengan sentimen positif dari reli saham raksasa teknologi di Amerika Serikat. Optimisme pasar kembali tumbuh setelah keyakinan investor terhadap potensi pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI) dinilai masih cukup kuat untuk mendorong laju pasar modal.
Indikasi pembukaan positif terlihat pada indeks saham di Tokyo dan Hong Kong. Fokus investor kini tertuju pada pasar Korea Selatan, di mana sektor semikonduktor menjadi primadona. Hal ini dipicu oleh laporan laba Samsung Electronics yang melampaui ekspektasi pasar, serta langkah strategis SK Hynix yang memulai proses pencatatan saham perdana di bursa Amerika Serikat.
Penguatan ini sejalan dengan kinerja impresif di Wall Street, di mana indeks Nasdaq 100 melonjak 1,3% dan S&P 500 naik 0,7%. Indeks produsen cip AS bahkan mencatatkan kenaikan 2,2%, sekaligus menghentikan tren koreksi yang terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir.
Di sisi lain, pasar komoditas menghadapi tantangan dari minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) yang tertahan di zona negatif akibat kekhawatiran kelebihan pasokan. Kebijakan pemangkasan harga oleh Arab Saudi serta meningkatnya aktivitas pengiriman di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menekan harga energi tersebut.
Sementara itu, dinamika pasar keuangan global juga dipengaruhi oleh pergerakan surat utang pemerintah AS yang naik tipis. Di pasar valuta asing, nilai tukar yen Jepang tetap stabil di kisaran 162,08 per dolar AS, meski di tengah tekanan posisi jual yang cukup besar dari para manajer investasi global.