Di tengah pesatnya laju transformasi digital dan penetrasi kecerdasan buatan, muncul kekhawatiran bahwa modernisasi akan menggerus nilai-nilai spiritualitas masyarakat. Namun, narasi yang mempertentangkan teknologi dengan iman justru dipatahkan oleh pandangan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.

Dalam arahannya di hadapan ribuan peserta Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM 2026, Yulius menekankan pentingnya menjadikan iman dan teknologi sebagai dua sayap utama kemajuan Sulawesi Utara. Menurutnya, perkembangan zaman tidak semestinya menjauhkan seseorang dari keyakinannya, melainkan menjadi sarana untuk mengoptimalkan potensi diri demi kemaslahatan bersama.

Gubernur Yulius mendorong generasi muda, khususnya kader gereja, agar tidak tertinggal dalam penguasaan literasi digital. Ia berharap perpaduan antara kecakapan teknologi dan fondasi moral yang kuat akan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas serta mampu bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri spiritualnya.

Pesan ini menjadi dorongan moral bagi pemuda di Sulawesi Utara untuk tetap relevan dengan tuntutan zaman. Dengan menyelaraskan kemajuan ilmu pengetahuan dan ketaatan beragama, diharapkan daerah ini mampu mencetak generasi yang inovatif sekaligus memiliki karakter yang kokoh dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.