PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya melaporkan pertumbuhan positif pada sektor transportasi publik di wilayah Malang. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Stasiun Malang berhasil melayani sebanyak 1.087.795 pelanggan. Angka tersebut terdiri dari 536.049 penumpang yang berangkat dan 551.746 penumpang yang tiba di stasiun tersebut.

Data tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 5% dibandingkan capaian pada periode yang sama di tahun 2025, yang mencatatkan 1.036.739 pelanggan. Peningkatan mobilitas masyarakat, terutama pada masa libur sekolah dan libur panjang, menjadi faktor utama yang mendongkrak performa layanan kereta api di wilayah tersebut.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa lonjakan ini merefleksikan tingginya kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari perjalanan bisnis, pendidikan, wisata, hingga silaturahmi keluarga, masyarakat kini semakin memilih kereta api karena efisiensi dan keandalannya.

Sejalan dengan upaya modernisasi, KAI terus melakukan perbaikan kualitas layanan stasiun. Saat ini, Stasiun Malang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas mutakhir, seperti teknologi Face Recognition Boarding Gate untuk mempercepat proses perjalanan, ruang tunggu yang representatif, fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta integrasi moda transportasi lanjutan yang lebih baik.

Pihak KAI menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada operasional perjalanan, tetapi juga menyasar kenyamanan di area stasiun. Dengan konsistensi dalam menjaga ketepatan waktu serta inovasi berbasis digital, KAI Daop 8 Surabaya optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun, sembari terus berkomitmen menjaga aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pelanggan.