Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni resmi mengeluarkan imbauan keselamatan bagi seluruh operator kapal dan pelaku pelayaran di perairan Selat Sunda. Langkah preventif ini diambil merespons peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kini berada pada Level III atau Siaga.
Berdasarkan instruksi yang diterbitkan pada 4 Juli 2026, seluruh kapal dilarang keras memasuki kawasan dalam radius lima kilometer dari kawah aktif gunung tersebut. Ketetapan ini merujuk pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengantisipasi risiko lontaran material vulkanik dan gangguan navigasi akibat erupsi.
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, memastikan bahwa kendati terdapat peningkatan kewaspadaan, operasional penyeberangan lintas Bakauheni-Merak hingga saat ini masih berjalan normal. Sebanyak 28 armada kapal tetap beroperasi melayani masyarakat melalui tujuh dermaga yang tersedia di Pelabuhan Bakauheni.
Pihak otoritas pelabuhan menyatakan terus melakukan pemantauan ketat melalui pos kerja di Pulau Sebesi serta terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PVMBG. Para nakhoda, baik kapal niaga maupun nelayan tradisional, diwajibkan selalu memantau perkembangan cuaca serta arah sebaran abu vulkanik sebelum memulai pelayaran.
Jika ditemukan adanya potensi bahaya selama perjalanan, nakhoda diinstruksikan untuk segera melakukan manuver penghindaran dan melaporkan kondisi tersebut kepada Vessel Traffic Service (VTS) atau otoritas syahbandar terdekat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi utama demi menjamin keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi laut di wilayah Selat Sunda.