Pemerintah Kota Medan bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyelenggarakan Forum Bisnis dan Investasi sebagai bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI. Acara yang dipusatkan di Mal Pelayanan Publik Kota Medan ini menjadi titik temu strategis bagi para pimpinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari berbagai daerah di tanah air untuk mendiskusikan percepatan pembangunan ekonomi melalui jalur investasi.
Mengangkat tema "Mewujudkan Kota Tangguh yang Berdaulat melalui Investasi Berkualitas", forum ini menyajikan pandangan mendalam mengenai reposisi ekonomi daerah dalam rantai pasok global. Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhammad Faisal, bersama perwakilan Kementerian Pariwisata menekankan pentingnya hilirisasi investasi serta pemanfaatan potensi sektor pariwisata yang kini menjadi primadona bagi penanam modal mancanegara.
Selain diskusi makro, forum ini juga menyuguhkan pertukaran praktik terbaik antarwilayah. Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Ir. Lasidi, S.T., M.T., berbagi pengalaman mengenai keberhasilan implementasi pelayanan investasi di daerahnya. Sinergi ini diperkuat dengan perspektif internasional dari Konsul Jenderal Malaysia di Medan serta pandangan dari CITYNET terkait pentingnya penguatan jejaring tata kota di kancah dunia.
Dalam sesi diskusi interaktif, para perwakilan DPMPTSP secara terbuka membedah tantangan birokrasi dan keterbatasan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Isu krusial mengenai peningkatan kemampuan negosiasi berbahasa asing hingga optimalisasi pelayanan berbasis digital menjadi fokus utama dalam perumusan kebijakan ke depan. Sesi ini diharapkan mampu menjadi landasan bagi pemerintah kota untuk menciptakan iklim investasi yang lebih responsif dan kompetitif.
Melalui integrasi antara pemikiran akademisi, praktisi, dan birokrat, Forum Bisnis dan Investasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi DPMPTSP di seluruh Indonesia. Dengan transformasi sistem dan peningkatan kompetensi SDM, pemerintah daerah dituntut untuk tidak sekadar melayani perizinan, namun menjadi garda terdepan dalam membangun fondasi ekonomi yang tangguh dan berdaya saing global.