Dalam upaya mempercepat pemulangan identitas para pahlawan yang gugur, Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam kini mengimplementasikan teknologi genetika mutakhir, yakni Next-Generation Sequencing (NGS) yang dikombinasikan dengan analisis SNP. Langkah ini merupakan bagian integral dari "Kampanye 500 Hari" yang dicanangkan pemerintah setempat dalam rangka menyambut peringatan 80 tahun Hari Veteran Perang pada Juli 2027.
Wakil Rektor Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam, Profesor Chu Hoang Ha, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi NGS-SNP menjadi lompatan besar dibandingkan metode DNA mitokondria konvensional. Teknologi ini mampu menganalisis ribuan penanda genetik dari sampel tulang yang sudah terdegradasi parah akibat faktor usia, tanah, dan kelembapan, yang selama ini menjadi kendala utama dalam proses forensik identifikasi prajurit.
Hasil awal di Pemakaman Martir Tra Linh menunjukkan efektivitas yang signifikan. Dari 58 sisa kerangka yang diuji, sebanyak 93 persen berhasil diekstraksi DNA-nya dengan tingkat akurasi yang mampu melacak garis keturunan hingga empat atau lima generasi. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian ilmiah, tetapi juga titik terang bagi banyak keluarga yang telah menunggu selama puluhan tahun untuk mendapatkan kepastian kabar anggota keluarga mereka.
Tantangan teknis di lapangan, seperti kondisi sampel yang buruk dan berkurangnya jumlah kerabat langsung, disiasati oleh tim ahli melalui digitalisasi basis data nasional serta kolaborasi internasional, termasuk dengan Komisi Internasional untuk Orang Hilang (ICMP). Pemanfaatan algoritma big data dan kecerdasan buatan (AI) pun turut dioptimalkan untuk memproses data silsilah agar pencocokan informasi dapat berjalan lebih presisi dan efisien.
Lebih dari sekadar tugas administratif, identifikasi ini dipandang sebagai bentuk pengabdian mendalam kepada tanah air. Dengan target mengidentifikasi ribuan jenazah selama masa kampanye, para ilmuwan terus berupaya membangun bank gen yang komprehensif, sebagai bentuk nyata dari nilai kemanusiaan dan rasa terima kasih bangsa kepada mereka yang telah memberikan pengorbanan tertinggi bagi negara.