Seorang pendaki bernama Yudha Saputra asal Palembang dilaporkan sempat tersesat saat menelusuri jalur pendakian Gunung Dempo, Kota Pagar Alam. Insiden yang mengancam keselamatan nyawa tersebut bermula ketika korban terpisah dari rombongannya pada Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yudha sempat melakukan komunikasi terakhir dengan orang tuanya pada pukul 21.00 WIB. Dalam percakapan singkat tersebut, ia mengungkapkan kondisi fisiknya yang mulai melemah akibat paparan suhu dingin yang ekstrem di kawasan pegunungan sebelum akhirnya sambungan telepon terputus, diduga karena kehabisan daya baterai.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, Tim Balai Registrasi Dempo (BRIGADE) segera meluncurkan operasi pencarian di sekitar lokasi terakhir yang diinformasikan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada Kamis (9/7/2026) ketika tim berhasil menemukan Yudha dalam kondisi lemas namun selamat di tengah kawasan hutan.

Kepada petugas, Yudha mengaku sempat tersesat lantaran mengikuti sumber suara yang ia yakini berasal dari rekan setimnya. Alih-alih bertemu dengan rombongan, suara tersebut justru menuntunnya semakin jauh masuk ke dalam hutan hingga kehilangan orientasi arah. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban menggunakan tandu menuju Pos BRIGADE untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Menanggapi peristiwa ini, Ketua BRIGADE Kota Pagar Alam, Dian Saputra, memberikan peringatan keras kepada komunitas pendaki agar senantiasa menjaga solidaritas kelompok. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam mematuhi jalur pendakian dan tidak mudah terdistraksi oleh suara-suara yang tidak jelas asal-usulnya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.