Dalam upaya memperkuat daya saing riset teknologi nuklir nasional, periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berpartisipasi dalam pelatihan intensif mengenai teknik X-Ray Fluorescence (XRF). Kegiatan bertajuk Training Workshop on Good Practices in X-Ray Fluorescence ini diselenggarakan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) di Seibersdorf, Austria, pada awal Juni 2026.
Perwakilan dari Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir BRIN, Feni Fernita Nurhaini, menjadi delegasi Indonesia dalam pelatihan yang berlangsung selama dua pekan tersebut. Program ini melibatkan para ahli dan praktisi dari berbagai negara anggota IAEA, dengan fokus utama pada karakterisasi material, pengendalian mutu, serta aplikasi teknologi nuklir untuk sektor industri dan lingkungan.
Selama pelatihan di laboratorium unggulan IAEA (NSIL), peserta diberikan akses untuk mendalami instrumen canggih, seperti Energy-Dispersive X-Ray Fluorescence (EDXRF) untuk analisis multiunsur, serta teknik micro-XRF yang memiliki resolusi spasial tinggi. Materi yang diberikan mencakup seluruh siklus analisis, mulai dari persiapan sampel, proses eksperimen, hingga interpretasi data spektrum yang akurat.
Feni mengungkapkan bahwa interaksi langsung dengan pakar internasional seperti Andreas Karydas dan Alessandro Migliori memberikan perspektif baru bagi pengembangan riset di Tanah Air. Selain memperkaya aspek teoretis, pelatihan ini juga memfasilitasi jejaring kolaborasi global dengan peneliti dari berbagai negara, mulai dari Argentina hingga Bangladesh.
Ke depannya, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan akurasi analisis sampel lingkungan di laboratorium BRIN. Fokus utamanya mencakup optimalisasi instrumen Epsilon 5, validasi metode kalibrasi, serta transfer pengetahuan kepada rekan sejawat guna memperkuat kapabilitas sumber daya manusia di bidang teknologi nuklir nasional.