Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengambil langkah strategis dalam memodernisasi sektor kesehatan daerah. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, secara resmi meluncurkan aplikasi Sistem Integrasi Cepat Pelayanan Terpadu Santun (SI CESA) di RSUD Fakfak pada Senin (3/7/2026). Inovasi digital ini dirancang untuk mempercepat birokrasi pelayanan sekaligus menghadirkan penanganan medis yang lebih ramah dan responsif bagi masyarakat.
Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, jajaran Forkopimda, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Fakfak. Aplikasi SI CESA sendiri merupakan proyek perubahan yang diinisiasi oleh Direktur RSUD Fakfak dalam program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) untuk menyederhanakan alur pasien dan memperkuat sinergi antarunit medis.
Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa teknologi harus dibarengi dengan perubahan sikap mental para tenaga medis. Menurutnya, merawat pasien bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang menuntut kepedulian tinggi, kesabaran, serta tanggung jawab moral yang besar.
Selain meluncurkan aplikasi, Pemkab Fakfak juga berkomitmen mengatasi kekurangan sumber daya manusia di sektor kesehatan. Setelah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Bupati menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk merekrut hingga 1.000 tenaga kesehatan tambahan guna memenuhi kebutuhan di RSUD maupun puskesmas yang tersebar di wilayah Fakfak.
Melalui integrasi sistem informasi SI CESA dan proyeksi penambahan ribuan tenaga medis ini, Pemkab Fakfak optimistis kualitas ketahanan kesehatan daerah akan semakin kokoh, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat secara cepat.