Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) baru saja merampungkan proses kalibrasi terhadap ratusan perangkat medis. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menjaga akurasi serta keandalan peralatan demi menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh pasien.

Proses pengecekan yang berlangsung selama sembilan hari, terhitung sejak 23 Juni hingga 1 Juli 2026, menggandeng PT Global Promedika Services sebagai mitra teknis. Pengujian mencakup berbagai unit vital, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, laboratorium, hingga kamar operasi. Pihak manajemen memastikan seluruh prosedur dilakukan secara terjadwal agar operasional rumah sakit tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan pasien.

Direktur RSUD-TP, dr. Ismail Muhammad, Sp.B, atau yang akrab disapa Ismuha, menegaskan bahwa kalibrasi merupakan standar wajib dalam pemeliharaan aset medis. Menurutnya, akurasi alat adalah tulang punggung pelayanan medis yang aman dan profesional. Dari total 387 unit yang diuji, sebanyak 382 alat dinyatakan lulus standar operasional dan layak digunakan kembali.

Namun, pihak rumah sakit menemukan lima unit alat yang tidak dapat dikalibrasi karena mengalami kerusakan permanen, yakni satu unit ECG, satu unit phototherapy, satu unit sterilisator, serta dua unit sphygmomanometer. Menanggapi temuan tersebut, manajemen RSUD-TP berkomitmen untuk melakukan penggantian perangkat demi meminimalisir risiko medis di masa mendatang.

Upaya ini merupakan perwujudan visi rumah sakit dalam mengedepankan keselamatan pasien serta memperkuat kepercayaan publik. Dengan pengelolaan sarana prasarana yang terstandarisasi, RSUD-TP terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan melalui kolaborasi profesional dan pemantauan berkala terhadap teknologi medis yang mereka gunakan.