Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tengah melakukan langkah progresif untuk membenahi manajemen pengelolaan sampah perkotaan yang kian kompleks. Melalui kunjungan kerja ke Bali, delegasi Pemkot Makassar mempelajari sistem pengolahan limbah berbasis teknologi modern milik PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar sebagai referensi strategis.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang memimpin rombongan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Helmy Budiman, menegaskan bahwa metode konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan volume sampah yang terus meningkat. Oleh karena itu, adopsi inovasi teknologi dianggap menjadi jalan keluar yang paling efisien dan ramah lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, tim dari Pemkot Makassar meninjau langsung teknologi SOMYA Digester yang dikembangkan oleh Agung Ngurah Panji Astika. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat proses penguraian sampah organik dengan efisiensi tinggi, sebuah solusi yang dinilai sangat relevan bagi kondisi di Makassar di mana sampah organik menyumbang proporsi terbesar dalam timbulan limbah kota.
Data DLH Kota Makassar mencatat bahwa sampah organik mencakup sekitar 56 hingga 60 persen dari total volume limbah harian. Kepala DLH Helmy Budiman menyatakan bahwa penggunaan teknologi merupakan kebutuhan mendesak untuk mengurangi beban di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan mempercepat siklus pengolahan limbah secara menyeluruh.
Pemerintah Kota Makassar kini berkomitmen untuk mengevaluasi hasil kunjungan tersebut guna dirumuskan menjadi kebijakan teknis yang adaptif. Harapannya, integrasi teknologi pengolahan sampah ini tidak hanya menciptakan kebersihan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga mendukung visi Makassar sebagai kota yang berkelanjutan dan sehat bagi seluruh warga.