PELALAWAN - Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) mengambil langkah nyata dalam mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit rakyat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), perguruan tinggi ini memperkenalkan inovasi teknologi penyerbukan berbasis polen untuk membantu petani swadaya mengatasi masalah rendahnya pembentukan buah (fruit set) pada tanaman sawit mereka.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan ini menyasar 30 petani mandiri yang tergabung dalam Kelompok Tani Perkumpulan Batang Balango Mandiri (PBBM). Program ini dirancang untuk menjembatani hasil riset akademis agar dapat diaplikasikan langsung demi kesejahteraan masyarakat tani setempat.

Ketua Tim Pengabdian sekaligus Wakil Rektor I ITP2I, Salmiyati, M.Pd., Ph.D., mengungkapkan bahwa produktivitas kebun sawit rakyat sering kali terhambat oleh proses penyerbukan alami yang tidak optimal. Selama ini, petani sangat bergantung pada kumbang penyerbuk Elaeidobius kamerunicus, yang populasinya rentan berfluktuasi akibat perubahan iklim dan kondisi lingkungan.

Sebagai solusi praktis, tim dosen dan mahasiswa ITP2I membagikan formula teknologi polen hasil riset mereka. Teknologi ini mencakup teknik ekstraksi serbuk sari dari bunga jantan, penyaringan dengan ayakan khusus, pengeringan, hingga metode penyimpanan dingin pada suhu minus 23 hingga 25 derajat Celsius agar daya kecambah polen tetap terjaga saat diaplikasikan pada bunga betina.

Selain pemaparan teori, para petani juga diajak langsung mempraktikkan metode penyerbukan buatan ini di lapangan secara terpadu. Untuk memastikan keberlanjutan program, ITP2I bersama Kelompok Tani PBBM sepakat membangun kebun percontohan atau demplot yang berfungsi sebagai pusat belajar bersama sekaligus ruang evaluasi efektivitas teknologi polen ke depan.