Industri perdagangan elektronik di Vietnam tengah memasuki fase transformasi krusial. Alih-alih hanya mengandalkan promosi harga murah, para pemain besar e-commerce kini mulai memprioritaskan investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI), logistik, serta solusi perlindungan konsumen yang komprehensif guna membangun kepercayaan jangka panjang.
Langkah konkret terlihat dari kemitraan strategis antara Perusahaan Pembayaran Nasional Vietnam (Napas) dan TikTok Shop pada 7 Juli lalu. Melalui integrasi dengan platform Digital Payment Platform (DPP) milik Napas, pengguna kini dapat melakukan transaksi dengan lebih fleksibel melalui kartu Napas maupun rekening dari 44 bank nasional. Inisiatif ini dipandang sebagai respons atas pesatnya pertumbuhan TikTok Shop sebagai platform yang digandrungi generasi muda.
Napas, sebagai penyedia infrastruktur pembayaran nasional, memegang peranan vital dalam standarisasi koneksi antar-bank dan bisnis e-commerce. Sistem DPP yang mereka kembangkan memungkinkan transaksi diproses dengan lebih stabil, cepat, dan aman, yang pada akhirnya memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna akhir sekaligus efisiensi operasional bagi para merchant.
Tren serupa juga diadopsi oleh raksasa pasar lainnya. Shopee Vietnam, misalnya, kini lebih berfokus pada personalisasi pengalaman belanja dan pemanfaatan AI untuk membantu pengambilan keputusan konsumen. Sementara itu, Lazada mencatat lonjakan transaksi signifikan, terutama pada sektor LazMall yang menunjukkan bahwa konsumen kini semakin selektif dan cenderung memilih produk dengan asal-usul yang terverifikasi.
Pertumbuhan model toko resmi atau 'Mall' juga menjadi indikator kuat perubahan perilaku konsumen. Data dari TikTok Shop Vietnam Summit 2025 menunjukkan bahwa terdapat 4.000 merek dan distributor resmi yang kini bergabung dalam platform tersebut. Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2023, menegaskan bahwa kredibilitas dan jaminan keamanan transaksi telah menjadi fondasi utama dalam lanskap ritel digital modern di Vietnam.