Sektor pertanian Vietnam kini tengah mengalami transformasi signifikan melalui penerapan model produksi padi hijau dan pertanian sirkular berbasis jerami di Ninh Binh. Inisiatif yang diusung oleh Grup VAG ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Ketua Asosiasi Umum Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam, Ho Xuan Hung, yang menilai bahwa langkah ini menyerupai modernisasi pertanian di Jepang.

Salah satu poin krusial dari model ini adalah kemampuannya memecahkan problematika klasik di Vietnam, yakni fragmentasi lahan. Dengan mengintegrasikan mekanisasi canggih dan teknologi terapan, perusahaan mampu mengonsolidasikan lahan seluas 20 hektar untuk produksi skala besar. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya operasional yang selama ini membebani petani akibat kekurangan tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan efisiensi melalui penggunaan benih unggul dan nutrisi terukur.

Pemanfaatan jerami padi sebagai bagian dari ekonomi sirkular turut menjadi sorotan. Jika dahulu jerami hanya dikomposkan secara konvensional, kini penerapan teknologi mikroba mempercepat proses dekomposisi menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Langkah ini dipandang sangat strategis untuk menekan dampak lingkungan serta mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan sektor pertanian rendah emisi.

Keberhasilan model ini sangat bergantung pada sinergi antara korporasi dan petani. Ho Xuan Hung menekankan bahwa peran perusahaan tidak sekadar sebagai pengumpul lahan, melainkan sebagai fasilitator teknologi dan penjamin pasar bagi petani. Dengan adanya kepastian pembelian produk, rantai pasok menjadi lebih transparan dan memberikan margin keuntungan yang lebih sehat bagi para pelaku di sektor hulu.

Kendati menjanjikan, keberlanjutan model ini memerlukan dukungan kebijakan yang lebih konkret dari pemerintah, terutama terkait akses kredit hijau dan insentif bagi investasi berisiko tinggi. Asosiasi Umum Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam berkomitmen untuk terus mempromosikan model replikasi ini melalui kemitraan strategis, guna memastikan masa depan industri beras yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.