Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi saksi peluncuran sekaligus pembedahan buku strategis bertajuk “Sports Intelligence: Membangun Ekosistem Olahraga Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045” pada Selasa (7/7/2026). Acara yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) ini menjadi momentum penting dalam pergeseran paradigma pembinaan atlet di Indonesia yang kini mulai beranjak dari metode konvensional menuju sistem berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menegaskan bahwa buku tersebut dirancang sebagai otak strategis untuk menghadapi ketatnya kompetisi olahraga dunia. Dengan mengintegrasikan *sports science* dengan *artificial intelligence* (AI) dan *big data*, KONI menargetkan pemetaan kemampuan atlet yang lebih presisi, mulai dari rekam medis hingga profil teknik, guna memastikan Indonesia mampu menembus jajaran 10 besar Olimpiade 2032.

Rektor Unesa, Nurhasan, menyambut positif inisiatif tersebut dengan menyatakan kesiapan kampusnya menjadi laboratorium riset utama. Menurutnya, intuisi pelatih saja tidak lagi cukup di era modern; diperlukan pendekatan ilmiah yang akurat agar setiap kebijakan pengembangan atlet dapat dipertanggungjawabkan secara data. Unesa berkomitmen penuh untuk mengawal ekosistem olahraga nasional agar lebih modern dan berkelanjutan.

Dalam sesi bedah buku bersama tim penulis—Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, dan Jerry Indrawan—dijelaskan bahwa sistem ini menggunakan siklus intelijen yang komprehensif. Melalui pengumpulan data baik dari sumber manusia maupun sumber terbuka (*Open Source Intelligence*), pengambil kebijakan dapat melakukan analisis mendalam secara *real-time*. Langkah ini dinilai krusial, tidak hanya untuk mencetak prestasi, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan integritas olahraga dari ancaman seperti pengaturan skor dan doping.

Dwi Cahyo Kartiko, Wakil Rektor IV Unesa, menambahkan bahwa kehadiran cetak biru ini diharapkan menjadi referensi fundamental bagi para pelatih dan akademisi. Dengan fondasi data yang kuat, dunia olahraga tanah air diharapkan tidak sekadar bersaing di lapangan, namun juga unggul dalam strategi dan manajemen industri olahraga masa depan.