SK Hynix kini berdiri tegak sebagai entitas dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di Korea Selatan, tepat di bawah bayang-bayang raksasa teknologi Samsung Electronics. Pencapaian ini menjadi catatan impresif mengingat dua dekade silam, perusahaan produsen cip memori ini sempat berjuang keras untuk mempertahankan eksistensinya dari ambang kebangkrutan.
Gelombang popularitas kecerdasan buatan (AI) yang melanda dunia menjadi katalisator utama kesuksesan SK Hynix. Tingginya kebutuhan pasar akan cip memori canggih membuat nilai saham perusahaan melonjak drastis hingga 13 kali lipat sejak awal 2025. Puncaknya, nilai pasar perusahaan sempat menyentuh angka fantastis sebesar US$1 triliun pada bulan Mei lalu.
Langkah strategis kembali diambil perusahaan pada 10 Juli ketika mereka resmi melantai di Nasdaq Global Select Market melalui American Depositary Receipts (ADR). Respons investor di bursa saham Amerika Serikat terbukti sangat positif, ditandai dengan penutupan harga perdagangan perdana yang melonjak 13 persen di atas harga penawaran awal, sekaligus memperluas akses perusahaan terhadap modal internasional.
Jejak sejarah perusahaan ini berakar sejak tahun 1983, ketika Hyundai Group mendirikan Hyundai Electronics Industries. Langkah tersebut merupakan bagian dari visi besar Korea Selatan untuk memperkuat kemandirian di sektor industri strategis, khususnya semikonduktor, di tengah ketatnya persaingan teknologi elektronik global pada masa itu.