Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem selama musim kemarau tahun ini. Periode kering yang diprediksi berlangsung lebih panjang meningkatkan risiko dehidrasi akut hingga kondisi fatal seperti sengatan panas atau heat stroke.

Heat stroke merupakan kondisi medis darurat yang terjadi saat suhu tubuh melonjak drastis hingga melampaui batas normal. Hal ini dipicu oleh kegagalan sistem pengatur suhu tubuh setelah terpapar udara panas dan terik matahari dalam jangka waktu lama.

Risiko serangan ini akan meningkat signifikan bagi individu yang memaksakan aktivitas fisik di luar ruangan tanpa diimbangi asupan cairan yang memadai. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit bawaan (komorbid) memerlukan perhatian ekstra karena pertahanan fisik mereka yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup sebelum haus melanda, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, serta meminimalisasi aktivitas luar ruangan di bawah terik matahari langsung. Apabila muncul gejala awal seperti pusing, tubuh mendadak lemas, atau penurunan kesadaran, segera cari tempat teduh dan kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.