Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah tegas dengan membongkar sejumlah fasilitas tempat duduk di tribun Stadion Citarum. Keputusan ini diambil merespons banyaknya keluhan masyarakat terkait desain bangku yang dinilai tidak ergonomis karena menyisakan ruang kaki yang sangat sempit bagi penonton.
Kondisi tribun sebelumnya sempat memicu perdebatan di kalangan pecinta olahraga lokal, terutama saat gelaran pertandingan berlangsung. Jarak antar-baris kursi yang terlalu rapat membuat mobilitas penonton terhambat dan menurunkan tingkat kenyamanan saat menyaksikan laga secara langsung di stadion.
Proses pembongkaran ini menjadi bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur olahraga agar memenuhi standar kenyamanan publik yang lebih baik. Pihak pengelola stadion diharapkan dapat segera melakukan penataan ulang tata letak tempat duduk dengan perhitungan ruang gerak yang lebih manusiawi.
Diharapkan, langkah perbaikan ini mampu mengembalikan fungsi tribun sebagai sarana pendukung yang representatif bagi masyarakat Kota Semarang. Kedepannya, setiap pengembangan fasilitas olahraga di wilayah tersebut dituntut untuk lebih mengedepankan aspek fungsionalitas dan kenyamanan bagi para pengunjung.