Korea Selatan mencatatkan sinyal positif bagi prospek ekonomi jangka menengah di tengah ketegangan geopolitik global. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbarunya menempatkan Negeri Ginseng tersebut sebagai salah satu negara dengan peningkatan proyeksi pertumbuhan paling signifikan di antara 30 ekonomi utama dunia.
Data terbaru menunjukkan bahwa optimisme ini dipicu oleh tren penguatan ekspor semikonduktor yang didorong oleh pesatnya pengembangan kecerdasan buatan (AI). Permintaan global terhadap perangkat keras AI terbukti menjadi bantalan yang kuat, mampu menetralisir tekanan ekonomi yang muncul akibat dampak konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Secara spesifik, IMF melakukan revisi ke atas terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun 2026, yakni menjadi 2,6% dari proyeksi awal sebesar 1,9% pada April lalu. Tren serupa juga terlihat untuk proyeksi tahun 2027, di mana estimasi pertumbuhan dinaikkan menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,1%.
Kinerja impresif ini menegaskan posisi strategis Korea Selatan dalam rantai pasok teknologi dunia. Saat ini, Korea Selatan berdiri sejajar dengan Taiwan, Thailand, dan Malaysia sebagai kelompok eksportir bersih perangkat keras AI terbesar di pasar global, yang diprediksi akan terus menjadi lokomotif utama bagi stabilitas dan akselerasi ekonomi nasional mereka di masa mendatang.