Dinas Kesehatan Kota Samarinda mencatatkan capaian signifikan dalam upaya peningkatan taraf kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga Juni 2026, layanan yang tersebar di 26 puskesmas seluruh penjuru kota ini telah berhasil melakukan skrining medis terhadap lebih dari 28 ribu warga dari berbagai rentang usia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismet Kusasih, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan yang optimal. Jenis layanan yang diberikan pun sangat variatif, mulai dari pemeriksaan tekanan darah hingga tes laboratorium untuk memantau kadar kolesterol dan gula darah bagi warga usia produktif.
Dalam pelaksanaannya, seluruh prosedur administrasi dan rekam medis pasien kini telah beralih ke sistem integrasi digital melalui aplikasi Satu Sehat, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Meski demikian, Ismet mengakui bahwa pihak puskesmas harus bekerja ekstra keras dalam mengatur ritme operasional, mengingat tenaga medis juga memiliki tanggung jawab lain seperti pelayanan di Posyandu dan pengobatan rutin pasien.
Selain kendala teknis pembagian fokus tenaga medis, tantangan psikologis masyarakat juga menjadi fokus perhatian. Petugas di lapangan terus menggencarkan edukasi guna meminimalisir kekhawatiran warga akan hasil pemeriksaan. Pihak Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus menyosialisasikan bahwa deteksi dini adalah langkah preventif utama untuk mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih berbahaya.
Pemerintah Kota Samarinda berharap, melalui peningkatan kualitas penanganan di fase hulu ini, ketahanan fisik dan produktivitas masyarakat dapat terjaga dengan baik. Program ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi warga untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatan secara mandiri demi terciptanya generasi daerah yang tangguh dan sehat di masa depan.