Seorang oknum lurah di wilayah Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap rekan bisnisnya. Insiden yang memicu luka fisik bagi korban tersebut kini tengah dalam penanganan intensif oleh aparat Polsek Mangkutana.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Jody Dharma, membenarkan adanya peristiwa pemukulan yang terjadi di area sebuah tempat pangkas rambut (barbershop) yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Mandiri, pada Sabtu (11/7) siang. Akibat tindakan tersebut, korban menderita luka terbuka pada pelipis sebelah kiri hingga memerlukan tindakan medis berupa dua jahitan.

Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, perselisihan ini dipicu oleh ketidakpuasan oknum lurah tersebut terhadap kinerja korban dalam mengelola usaha barbershop yang mereka jalankan bersama. Pelaku diduga tersulut emosi karena menilai korban tidak menjalankan tanggung jawab bisnisnya dengan maksimal.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Terlapor saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mangkutana guna memberikan klarifikasi mendalam terkait kronologi serta motif di balik tindakan kekerasan yang dilakukannya.