Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mengambil langkah strategis dalam memodernisasi sistem pengelolaan sampah untuk menekan ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Salah satu inovasi yang kini berada dalam tahap pengkajian intensif adalah penerapan teknologi steam treatment atau pengolahan sampah berbasis uap panas.

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang, menjelaskan bahwa metode ini dipilih karena keunggulannya dalam aspek lingkungan dibandingkan teknik insinerasi tradisional. Dengan memanfaatkan sistem penguapan, teknologi ini diklaim mampu mengurangi residu sampah secara signifikan. Meski potensi efektivitasnya telah teruji di beberapa daerah lain, Pemkot Malang masih melakukan studi kelayakan mendalam terkait aspek investasi dan kebutuhan anggaran yang diperlukan.

Sembari mengkaji teknologi baru, DLH Kota Malang tetap memprioritaskan edukasi pemilahan sampah dari hulu. Mengingat dominasi sampah organik, program pengolahan kompos terus diakselerasi. Sementara itu, untuk kategori anorganik, pihak dinas telah berhasil mengolah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki kualitas setara dengan diesel kelas premium.

Raymond mengakui bahwa meskipun produksi bahan bakar alternatif ini telah terbukti berhasil diuji coba pada kendaraan roda empat, keterbatasan kapasitas fasilitas saat ini masih menjadi tantangan untuk produksi massal. Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus mencari solusi berkelanjutan guna mencapai ekonomi sirkular yang efisien tanpa mengesampingkan keseimbangan lingkungan.