Festival budaya Pacu Jalur Rayon IV yang berlangsung di Tepian Datuk Bandaro, Pasar Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, sukses mencapai puncaknya pada Minggu (26/7/2026). Gemuruh sorak-sorai ratusan ribu penonton memadati tepian Sungai Batang Kuantan untuk menyaksikan persaingan sengit para atlet dayung terbaik daerah tersebut.

Dalam laga final yang berlangsung dramatis, Jalur Keramat Jubah Merah asal Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, kembali membuktikan ketangguhannya. Jalur unggulan ini sukses menyabet gelar juara pertama untuk ketiga kalinya dalam ajang kompetisi Rayon IV setelah menunjukkan performa yang konsisten sejak babak penyisihan.

Kemenangan tersebut diraih setelah melalui drama aduan segitiga yang ketat. Keramat Jubah Merah mulanya berhasil menundukkan Jalur Rajo Mudo, sebelum akhirnya memastikan gelar juara setelah menumbangkan perlawanan sengit dari Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang di laga penentu.

Sementara itu, posisi kedua berhasil diamankan oleh Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang dari Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik. Jalur Rajo Mudo dari Desa Pulau Deras, Kecamatan Pangean, harus puas menempati peringkat ketiga setelah perjuangan keras di lintasan air Batang Kuantan.

Persaingan memperebutkan posisi tengah juga tidak kalah seru. Jalur Linta Jalang dari Petapahan berhasil mengunci peringkat keempat setelah mengungguli Kalojengking Tigo Jumbalang dari Sungai Manau yang menempati posisi kelima. Adapun untuk peringkat keenam hingga kesepuluh ditentukan melalui mekanisme undian panitia.

Perhelatan Pacu Jalur tahun ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, melainkan juga instrumen penting dalam mempererat silaturahmi antarwilayah, mendorong roda perekonomian lokal, serta melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat Kuansing.