Anggota DPRK jalur afirmasi perwakilan Suku Korowai, Ian Maruwo, mendesak pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan untuk segera melakukan pemerataan layanan kepesertaan hingga ke wilayah pedalaman. Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya kebutuhan masyarakat Korowai akan jaminan kesehatan yang terjangkau.
Ian memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 2.000 jiwa yang tersebar di wilayah Korowai, dengan estimasi 200 hingga 300 kepala keluarga. Ketergantungan pada transportasi udara menjadi hambatan utama masyarakat dalam menjangkau pusat layanan kesehatan di ibu kota kabupaten, yang berdampak pada sulitnya akses pengobatan rutin, khususnya bagi penderita malaria yang masih marak di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Ian menekankan bahwa pergeseran pola hidup masyarakat Korowai—dari yang sebelumnya berbasis berburu dan meramu menuju menetap di permukiman—harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur kesehatan. Ia pun berkomitmen terus mendorong pemerintah agar menempatkan tenaga medis secara permanen di tingkat distrik guna memangkas jarak pelayanan.
Meski kini mulai bermukim di wilayah pengembangan distrik, Ian menegaskan bahwa identitas budaya, seperti tradisi rumah pohon, tetap dilestarikan sebagai jati diri Suku Korowai. Ia mengingatkan bahwa keberadaan masyarakat di kawasan hutan atau kepemilikan rumah adat tidak boleh dijadikan alasan oleh pihak berwenang untuk mengabaikan kewajiban pemenuhan hak kesehatan dasar bagi warga negara.
Sebagai solusi konkret, Ian berharap BPJS Kesehatan dapat menugaskan perwakilan di ibu kota distrik untuk mempermudah urusan administrasi dan kepesertaan. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pengobatan masyarakat sekaligus meningkatkan standar hidup warga di pedalaman yang selama ini terisolasi oleh tantangan geografis.