Bangkok Bank dan Permata Bank kembali menegaskan peran strategisnya dalam memfasilitasi ekspansi pelaku bisnis asal Thailand ke pasar Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Investment & Trade Forum 2026, yang menjadi wadah bagi investor untuk menjajaki berbagai peluang sektor potensial di tanah air.

Presiden Bangkok Bank, Chartsiri Sophonpanich, mengungkapkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi utama di Asia Tenggara. Menurutnya, daya tarik Indonesia terletak pada kombinasi unik antara populasi besar yang melampaui 270 juta jiwa, stabilitas pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen, serta prospek menjanjikan di sektor manufaktur, energi, dan ekonomi digital.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bangkok Bank berkolaborasi dengan jaringan luas Permata Bank yang kini telah menjangkau lebih dari 81 kota di Indonesia. Dukungan yang diberikan tidak terbatas pada layanan pembiayaan, melainkan mencakup pendampingan strategis, pencarian mitra lokal, hingga layanan konsultasi bisnis bagi perusahaan Thailand yang ingin memahami dinamika regulasi pasar domestik.

Optimisme ini selaras dengan capaian investasi nasional sepanjang tahun 2025 yang menembus angka Rp1.900 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global telah meningkatkan kepercayaan investor mancanegara, termasuk dari kawasan Asia.

Forum ini turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Hari Prabowo, serta Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat. Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat integrasi ekonomi di kawasan ASEAN sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih dalam antara pelaku industri tanah air dengan investor dari Negeri Gajah Putih tersebut.