Sebanyak 82 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Subang mendapatkan dukungan strategis melalui program pengembangan bisnis yang diinisiasi oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bekerja sama dengan program 'Sampoerna untuk Indonesia'. Fokus utama inisiatif ini adalah memberikan penguatan kapasitas bagi pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor makanan dan minuman.

Selama periode program, para peserta mengikuti rangkaian pelatihan intensif yang dilakukan secara daring maupun luring. Materi yang diberikan mencakup spektrum pengembangan bisnis yang luas, mulai dari penguatan pola pikir kewirausahaan, legalitas usaha, standarisasi operasional, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran digital. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjawab tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendamping untuk mengakselerasi kemajuan ekonomi daerah. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan pelatihan dasar, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM lokal ke level yang lebih profesional, sehingga dapat menjadi model bagi pengembangan ekonomi di wilayah lain.

Direktur Eksekutif INOTEK, Ivi Anggraeni, menyatakan bahwa keberhasilan program ini diukur dari seberapa efektif peserta dalam mengimplementasikan ilmu yang didapat ke dalam praktik bisnis nyata. Fokusnya adalah memastikan setiap pelaku usaha mampu memperbaiki pengelolaan internal serta memperluas jangkauan pasar melalui kanal digital yang optimal.

Dampak nyata dari pendampingan ini mulai dirasakan oleh para pelaku usaha, salah satunya Leni Mariyani dari Dakey House. Setelah menerapkan strategi baru terkait proposisi nilai produk dan pemasaran digital yang dipelajari selama pendampingan, Leni mencatat peningkatan omzet sebesar 25 persen. Hasil ini menjadi bukti konkret efektivitas intervensi strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil di daerah.