Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Indramayu resmi menyelenggarakan pembekalan dan orientasi bagi calon pengurus masa bakti 2026–2029. Agenda yang berlangsung di Aula Gedung PT Taruna Beton Balongan ini dirancang untuk melahirkan kepengurusan baru yang kokoh, visioner, serta mampu mengakselerasi roda perekonomian di Bumi Wiralodra.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPC HIPMI Indramayu, Taufik Zaenal Mustofa, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merancang dokumen strategis berupa Master Plan Percepatan Penguatan Bisnis, yang diproyeksikan sebagai kompas utama dalam mendorong para pengusaha muda agar menjadi aktor penting penggerak ekonomi daerah.

Taufik menjabarkan terdapat empat pilar utama dalam rencana induk tersebut. Pertama, inventarisasi komprehensif terhadap potensi lini usaha milik anggota guna memetakan kolaborasi strategis. Kedua, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), sektor perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya. Ketiga, pembentukan ekosistem bisnis terintegrasi yang mencakup rantai pasok, investasi, pembiayaan, hingga penetrasi pasar.

Adapun pilar keempat menargetkan posisi strategis HIPMI Indramayu sebagai penentu kebijakan (decision maker) dan penggerak utama (king maker) dalam iklim investasi daerah. Melalui langkah ini, organisasi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata secara aktif dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi wilayah setempat.

Senada dengan hal itu, pendiri PT Taruna Beton sekaligus tokoh senior HIPMI, Purnomo, mengingatkan pentingnya kepekaan membaca dinamika pasar yang terus berubah. Ia mengimbau para pengusaha muda di bawah naungan HIPMI agar tidak sekadar menjadi penonton pasif, melainkan proaktif mengambil peran di garis depan dalam memanfaatkan setiap peluang usaha demi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Melalui pembekalan intensif ini, BPC HIPMI Indramayu optimistis dapat menyosialisasikan etos kerja "Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha". Semangat juang tersebut diharapkan menjadi landasan kokoh bagi organisasi dalam memperluas kerja sama lintas sektor, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mewujudkan cita-cita pembangunan daerah menuju Indramayu yang lebih maju.