Sektor perikanan di Kalimantan Timur kini mencatatkan geliat positif seiring dengan optimalisasi jalur penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Skema logistik ini menjadi kunci utama bagi para eksportir untuk mengirimkan komoditas unggulan, terutama udang windu, langsung menuju China dan Malaysia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, mengungkapkan bahwa efisiensi jalur udara ini mampu menampung volume ekspor hingga 56 ton per bulan. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari pengiriman komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp173 miliar, memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan pelaku usaha perikanan lokal.

Penerbangan kargo yang terjadwal dua kali dalam sepekan ini dinilai sangat strategis. Selain mampu memangkas biaya operasional logistik secara substansial, jalur ini menjamin kesegaran udang tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen di luar negeri. Kepastian mutu dan keamanan pangan menjadi prioritas, di mana hanya perusahaan yang memiliki sertifikasi standar internasional yang diizinkan untuk melakukan ekspor.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus mengawasi standar kualitas produk perikanan guna menjaga kepercayaan pasar global. Melalui kemudahan akses ini, pemerintah daerah optimistis bahwa produksi sektor perikanan akan terus meningkat, sekaligus membuka peluang bagi komoditas lokal lainnya untuk merambah pasar internasional secara lebih luas.