Universitas Bengkulu (Unib) meluncurkan inisiatif strategis untuk memandirikan nelayan di Desa Kaana, Pulau Enggano, melalui penerapan teknologi pengawetan ikan berbasis bahan alami. Program ini dirancang sebagai solusi atas kendala logistik distribusi es yang selama ini menghambat daya tahan hasil tangkapan nelayan di pulau terluar tersebut.
Ketua Tim Pengabdian Unib, Selly Ratna Sari, menjelaskan bahwa ketergantungan nelayan terhadap pasokan es dari Kota Bengkulu seringkali memicu kerugian ekonomi. Keterlambatan transportasi laut kerap menyebabkan ikan cepat rusak dan tidak layak jual. Melalui program yang didukung oleh DRTPM dan LPPM Unib ini, ketergantungan tersebut kini dapat dimitigasi dengan penggunaan bahan alami seperti gambir, kitosan, karagenan, dan kecombrang.
Selain inovasi bahan pengawet, masyarakat nelayan setempat juga mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik pengemasan modern menggunakan vacuum sealer serta penggunaan lemari pengasap. Pendampingan ini berhasil melahirkan produk bernilai jual tinggi berupa Smoked Fish dan Salted Fish dengan kemasan berlabel standar gizi, yang kini telah menembus pasar wisata dan berbagai pameran UMKM nasional.
Keberhasilan program ini tidak sekadar menciptakan produk baru, namun turut meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Atas dedikasinya dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan nelayan, Selly Ratna Sari dianugerahi predikat Dosen dengan Pengabdian Masyarakat Berdampak Terbaik pada perayaan Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu.