Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menjalin sinergi dengan Persatuan Sepak Bola Jalan Kaki Seluruh Indonesia (Persejasi) untuk memasyarakatkan olahraga walking football. Inisiatif strategis ini menyasar kelompok masyarakat berusia 50 tahun ke atas sebagai upaya menjaga kebugaran di usia senja melalui aktivitas fisik yang aman.
Pertemuan yang berlangsung di Yogyakarta pada Jumat (3/7/2026) tersebut menargetkan pembentukan 1.000 komunitas walking football di seluruh tanah air. Target ambisius ini akan diwujudkan dengan memanfaatkan infrastruktur luas milik Muhammadiyah, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, hingga jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah.
Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menekankan bahwa jaringan organisasi Muhammadiyah menjadi aset krusial dalam mempercepat adopsi olahraga ini. Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang memiliki minat tinggi pada sepak bola namun memerlukan adaptasi intensitas permainan yang sesuai dengan kondisi fisik mereka saat ini.
Ketua Persejasi, Hendra Hartono, menjelaskan bahwa olahraga ini lahir sebagai solusi atas tingginya risiko kesehatan bagi kelompok lanjut usia yang memaksakan diri bermain sepak bola konvensional. Dengan aturan yang telah disesuaikan, walking football diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) sekaligus media dakwah dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Selain fokus pada kesehatan, kerja sama ini juga mencakup aspek edukasi dan kompetisi. Kedua pihak berencana menyelenggarakan Muhammadiyah Walking Football Championship sebagai ajang persiapan menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). Ke depan, jaringan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri bahkan diproyeksikan untuk memperkenalkan olahraga ini di kancah internasional.